Info dan Tips

Mengenal Lebih Jauh apa itu Investasi Reksadana

Banyak orang yang menganjurkan untuk mulai berinvestasi sejak dini dan jangan menunggu hari tua datang. Lalu bagaimana dengan modalnya? Bukannya besar?

Jangan khawatir, kini sudah banyak jenis investasi yang modal kecil namun keuntungannya cukup besar. Salah satunya adalah reksadana. Di Indonesia, investasi reksadana baru populer akhir-akhir ini. Sedikitnya peminat reksadana dikarenakan kurangnya informasi mengenai produk investasi ini. Banyak orang yang lebih memilih bermain saham karena keuntungan yang lebih besar, walau risikonya juga besar. Padahal dengan reksadana, Anda juga bisa mendapat keuntungan yang optimal dengan risiko lebih kecil. Menarik, kan?

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksadana memiliki arti sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau MI. Sifat reksadana ialah diversifikasi dan dapat dimulai dari modal yang kecil. Risikonya pun bisa dikatakan minim. Dengan fleksibilitas tersebut, reksadana cocok untuk pemula dan para investor yang tidak memiliki waktu untuk mengurus investasinya karena akan diurus oleh manajer investasi.

Ada beberapa jenis investasi reksadana yang perlu diketahui. Berikut diantaranya:

1. Reksadana saham.
Reksadana ini memiliki keuntungan yang paling tinggi. Namun risikonya pun juga sangat tinggi, seperti saham pada umumnya. Hal ini karena pasar saham yang memiliki sifat fluktuatif. Bagi Anda yang berani mengambil risiko, reksadana saham boleh dicoba. Karena risiko yang tinggi ini menyebabkan reksadana saham mempunyai jangka waktu investasi yang cukup panjang yaitu di atas lima tahun.

2. Reksadana pendapatan tetap.
Reksadana pendapatan tetap ini adalah jenis reksadana yang memiliki risiko menengah dan bisa memberikan hasil pengembalian melalui investasi dengan komposisi obligasi kurang lebih 80 persen dari total portofolio. Lamanya investasi ini mulai dari satu hingga tiga tahun. Dana diinvestasikan pada obligasi atau produk keuangan lain yang risikonya kecil dengan keuntungan yang stabil.

3. Reksadana pasar uang.
Investasi ini memiliki risiko rendah, karena kebijakan investasi pada reksadana ini ialah 100 persen pada instrumen pasar uang seperti giro dan deposito. Pas untuk Anda yang ingin investasi jangka pendek karena jatuh temponya kurang dari satu tahun.

4. Reksadana campuran.
Investasi ini memiliki kebijakan berinvestasi antara 1-79 persen pada saham, obligasi, dan pasar uang. Biasanya reksadana di Indonesia mempunyai alokasi yang besar pada saham, maka fluktuasinya lumayan tinggi walau tidak sebesar reksadana saham.

Setelah mengetahui jenis reksadana, Anda tentu harus mengetahui langkah untuk memulai investasi ini. Seperti apa tahapannya?

ads
ads

5. Tentukan tujuan.
Sebelum membeli reksadana, tentukan tujuan Anda investasi. Apakah untuk modal anak sekolah, rumah, atau dana pensiun. Hal ini akan berhubungan dengan jangka waktu investasi dan jenis reksadana yang tepat untuk Anda.

6. Mengenali jenis reksadana.
Setelah tahu apa tujuannya, kini saatnya untuk mengenali jenis-jenis reksadana. Ada beragam jenis reksadana, mulai dari reksadana pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, saham, index, syariah, dollar, dan juga penyertaan terbatas. Kini yang masih populer adalah reksadana pasar uang, dana pendapatan tetap, dana terproteksi, campuran, dan juga saham.

7. Tentukanlah jangka waktunya.
Waktu investasi reksadana cukup beragam. Ada yang kurang dari setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan juga lebih dari 5 tahun. Ingin jangka waktu yang kurang dari setahun, pilih reksadana pasar uang. Sedangkan untuk investasi 1-3 tahun, pilih reksadana pendapatan tetap. Lalu untuk Anda yang ingin investasi jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun, pilihlah reksadana saham.

Nah sudah tertarik untuk mencoba investasi reksadana dari sekarang? 

Leave a comment