Info dan Tips

5 Cara Menguji Keaslian Emas untuk Investasi saat Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak orang memutuskan untuk berinvestasi selagi masih mampu. Salah satu investasi yang menarik perhatian adalah emas. Emas memang dikatakan sebagai investasi favorit bagi orang Indonesia. Mengapa? Karena emas ini tidak memiliki risiko yang tinggi seperti berinvestasi di pasar saham. Namun investasi emas bukan berarti tanpa risiko apapun. Karena risiko utama yang cukup besar adalah tertipu emas palsu.

Selain risiko rendah, emas adalah salah satu jenis investasi menguntungkan walau dengan modal yang kecil. Pasalnya, dengan modal dibawah 10 juta saja, Anda bisa mendapatkan emas paling tidak di atas 5 gram. Jika tiap bulan Anda membeli emas untuk diinvestasikan sekian tahun kemudian, tentu hasilnya sangat menguntungkan, bukan?

Walaupun terlihat minim risiko, untuk memilih investasiĀ emas sebagai investasi juga harus hati-hati, apalagi saat wabah Covid-19 ini, banyak orang yang mencari kesempatan dengan cara yang tidak baik. Jika Anda membeli emas bukan di penjual resmi, tingkat keasliannya perlu diperiksa kembali. Karena harga emas yang melambung, banyak penjual jahat yang memanfaatkan ketidaktahuan konsumen mengenai keaslian emas. Maka emas palsu yang dijual bisa saja diganti dengan logam lain dan diwarnai emas.

Untuk mencegah hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya lakukan beberapa hal untuk menguji emas seperti berikut.

Goreskan pada keramik atau kertas

Anda bisa menggunakan keramik atau kertas untuk mengecek keaslian emas. Jika emas yang digoreskan tidak meninggalkan bekas, tandanya emas tersebut asli. Tapi perlu diperhatikan kembali karena cara ini bisa berpotensi merusak emas Anda.

Perhatikan bentuk fisiknya

Ada beberapa tanda-tanda khusus yang terdapat di emas murni. Misalnya ada cap yang menandakan kadar emas. Biasanya menggunakan satuan fineness (1-999 atau 0.1-0.999). Di Indonesia menggunakan satuan karat dalam angka 10K, 18K, atau 24K.

Gosok dan perhatikan warnanya

ads
ads

Gosoklah emas yang Anda teliti dengan telapak tangan atau telunjuk. Jika pinggiran atau bagian tepinya berubah warna menjadi pudar dan tidak seragam, urungkan niat untuk membeli emas palsu tersebut.

Uji keaslian dengan digigit

Emas adalah logam mulia yang lunak dan mudah dibentuk. Jika penjual menawarkan emas dengan kadar tinggi, Anda dapat mengecek apakah emas tersebut lunak atau tidak. Karena jika semakin tinggi kadar emasnya, maka teksturnya akan semakin lunak. Jika Anda mencobanya dengan cara menggigit, lihat apakah terdapat bekas gigitan yang tertinggal yang menandakan emas asli. Namun jangan langsung tergiur membelinya ya, karena bisa saja material penyusunnya adalah timah yang memang tergolong logam lunak.

Meneteskan asam

Biasanya metode ini digunakan oleh pedagang emas dan toko perhiasan untuk menguji keaslian emas. Jika ingin melakukannya sendiri, perlu berhati-hati karena cairan asam nitrat adalah cairan kimia yang berbahaya bagi tubuh dan pernapasan. Gunakan sarung tangan lateks sebelum meneteskan asam nitrat ke emas. Perhatikan perubahan warnanya. Jika berubah menjadi hijau, tandanya logam ini adalah besi yang dilapisi emas. Namun jika berubah menjadi kuning, tandanya logam ini meupakan kuningan yang dilapisi emas. Lalu jika berubah menjadi warna susu, logam tersebut adalah perak yang dilapisi emas. Sedangkan jika tidak terjadi perubahan warna, tandanya logam tersebut adalah emas asli.

Jika setelah melakukan pengecekan di atas Anda tetap ragu, sebaiknya cek ke gerai resmi seperti perusahaan Pegadaian. Di sana Anda akan bertemu dengan petugas yang dapat menaksir emas dan dapat mengenali mana emas yang asli dan mana yang palsu.

Selamat mencoba!

Leave a comment