Info dan Tips

4 Kesalahan Mengelola Keuangan Usaha saat Wabah Covid-19

Sadar atau tidak, wabah Covid-19 ini membuka banyak peluang usaha baru. Para pelaku usaha baru pun bermunculan. Mulai dari berjualan makanan untuk dinikmati di dalam rumah, hingga pelaku jastip (jasa titip) barang belanjaan. Fenomena ini memang menarik karena hampir semua orang kini melakukan usaha. Namun terkadang banyak pelaku usaha baru yang masih melakukan kesalahan dalam mengelola uangnya.

Disaat Covid-19 ini, kita harus pintar-pintar dalam hal mengatur strategi baru dalam hal pengembangan usaha maupun memulai usaha. Karena setelah badai pandemi seperti sekarang, pemerintah telah gencar menggalakan New Normal yang artinya adalah mencoba menyikapi pandemi ini.

Mendapat profit ketika baru pertama kali menjalankan usaha memang menggiurkan. Tetapi jika salah mengatur profit, alih-alih ingin mendapat keuntungan berlipat dan terus-menerus, justru akan mendapatkan kerugian di akhir. Agar hal ini tidak terjadi pada Kamu, mari kenali beberapa kesalahan krusial dalam mengelola keuangan bagi para pelaku usaha baru seperti berikut.

1. Mengeluarkan modal terlalu besar

Pernah mendengar frasa, “Umpan yang besar untuk ikan yang besar”? Dalam istilah bisnis, frasa ini dimaksudkan dengan menggunakan modal yang besar untuk mendapat keuntungan yang besar pula. Frasa ini memang benar adanya, namun tidak selalu. Ada pengecualian, terutama untuk pelaku usaha baru. Jika terlalu besar modal yang digelontorkan, alih-alih untung malah buntung usaha Kamu kalau tidak bisa mengelolanya. Berbisnis memiliki risiko yang besar. Jadi ketika umpan yang Kamu keluarkan besar, ikan yang Kamu tangkap juga besar, jangan kaget jika Kamu nantinya juga bisa merasakan kehilangan yang besar.

2. Tidak memisahkan rekening bank pribadi dan usaha

Karena ingin menghindari virus Covid-19, Kamu pun ikut berjualan hand sanitizer buatan sendiri. Nah, ketika keuntungan melimpah, jangan lupa memisahkan rekening bank pribadi Kamu dengan usaha berjualan hand sanitizer tersebut. Pemisahan rekening bank ini membuat Kamu jadi lebih mudah untuk mengidentifikasi arus kas usaha. Selain rekening, jangan lupa untuk selalu membuat pencatatan baik untuk arus kas usaha, maupun untuk arus kas pribadi. Dari situ Kamu akan bisa melihat dengan jelas keuntungan yang diperoleh dari berjualan hand sanitizer tersebut.

3. Tidak memiliki anggaran yang jelas

Usahakan anggaran yang Kamu miliki dalam bentuk jelas dan mendetil. Karena jika tidak jelas dan detil, Kamu tidak akan sadar jika misalnya ada kebocoran halus pada arus keuangan. Ingat, tujuan Kamu membuat usaha untuk mencapai profit. Jadi wajib dilakukan pembuatan anggaran yang direncanakan dengan cermat dan terarah. Dengan mempunyai anggaran yang baik, tentu akan meningkatkan disiplin dan perencanaan agar usaha Kamu dapat bertumbuh.

ads
ads

4. Menggunakan kartu kredit namun belum terpikir bagaimana membayarnya

Memiliki dan menggunakan kartu kredit butuh sikap yang bijak, apalagi untuk kebutuhan usaha. Meski terlihat praktis dan mudah, hal ini juga berisiko terhadap hutang. Jika Kamu belum terpikir bagaimana akan membayar bulanannya, lebih baik ditunda penggunaannya untuk modal usaha. Jangan sampai penggunaan kartu kredit yang tidak cermat justru akan menjerumuskan Kamu sendiri. Untuk menghindarinya, selesaikan dahulu hutang bulanan kartu kredit Kamu sesegera mungkin. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Lunasin untuk melunasi tagihan kartu kredit dengan mudah. Setelah itu, tahan penggunaan kartu kredit untuk modal usaha hingga sekiranya Kamu sudah menganggarkan pembayaran perbulannya dengan tepat.

Tertarik untuk mengetahui bisnisnya lebih dalam? Yuk coba daftar PPOB lunasin sekarang, karena daftar ppob di Lunasin tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis…

Leave a comment