Info dan Tips

Sebelum TopUp Emoney, berikut perbedaan Uang Tunai & Uang digital

Mana yang lebih sering Anda lakukan, topUp e-money atau menyimpan uang tunai di dalam dompet? Sebagian dari Anda mungkin akan menjawab menyimpan uang tunai, sebagian lagi menjawab topUp e-money, dan ada pula yang memilih keduanya.

Tidak ada yang salah dengan keduanya, kok. Keberadaan uang tunai di dompet memberikan rasa percaya diri karena masih banyak tempat yang belum mendukung penggunaan e-money, misalnya pasar tradisional dan toko kecil. Sedangkan e-money dipilih karena lebih praktis dan saat pandemi ini, tentu jauh lebih aman karena tidak harus menyentuh uang kertas.

Walau cashless society sedang digiatkan dengan adanya e-money, namun tetap saja penggunaan uang tunai masih menjadi primadona di beberapa kalangan. Sebetulnya keduanya sama-sama memiliki nilai plus minus dari sisi kenyamanan dan kebiasaan sendiri. Seperti apa? Simak penjelasan berikut, yuk!

Uang tunai

Sebagai alat transaksi tertua, penggunaan uang tunai memang tidak bisa dihapuskan begitu saja. Karena selama masih ada percetakan uang negara, uang tunai tetap hadir melengkapi kehidupan masyarakat. Meski diistimewakan, uang tunai tetap memiliki plus minus seperti:

  • Kemudahan transaksi

Di Indonesia masih banyak tempat yang menerima pembayaran berupa uang tunai, misalnya seperti pasar tradisional dan toko-toko kecil. Kemudahan lainnya adalah ketika jaringan uang elektronik (e-money) sedang ada gangguan sehingga tidak memungkinan untuk melakukan transaksi. Maka uang tunai lah yang menjadi penyelamat transaksi

  • Lebih bisa mengatur anggaran

Ingat zaman dahulu ketika ada gaji berbentuk uang tunai, langsung dipos sesuai kebutuhan di dalam amplop-amplop? Uang tunai yang ada di amplop harus digunakan sesuai yang dianggarkan dan tidak boleh mengambil dari pos (amplop) lain jika sudah habis. Jika menggunakan uang elektronik, tentu rasa ingin topUp e-money cukup besar saat “pos” sudah habis, kan?

  • Adanya risiko kriminalitas

Sudah tak terhitung berapa banyak kasus kriminal yang berhubungan dengan uang tunai. Ketika membawa uang tunai dalam jumlah banyak, ada risiko kriminalitas seperti ditodong dan dirampok. Maka akan lebih bijak jika membawa uang tunai secukupnya atau jika memang harus membawa dalam jumlah banyak, tingkatkan kewaspadaan Anda.

  • Kotor dan gampang rusak

Uang tunai baik berupa uang kertas ataupun koin, sama-sama berpotensi untuk menyebarkan kuman, virus, dan bakteri. Di masa pandemi seperti ini, sangat dianjurkan untuk cuci tangan dengan sabun setelah memegang uang. Hal ini dilakukan agar kita terhindar dari aneka penyakit yang terdapat pada uang tunai.

ads
ads

Uang elektronik atau uang digital

Uang elektronik atau e-money kerap menjadi pilihan untuk melakukan transaksi karena dinilai lebih praktis dan mudah. Namun tentu ada plus minusnya juga seperti uang tunai.

  • Kepraktisan bertransaksi

Dengan menggunakan e-money, transaksi hanya tinggal tap kartu atau scan QR code saja. Anda tidak perlu lagi merogoh dompet untuk mencari uang tunai yang jumlahnya pas. Selain itu, Anda tidak perlu menunggu kembalian dari penjualnya.

  • Aman dan transparan

Jika menggunakan e-money server based seperti OVO, GoPay, atau DANA, tentu dijamin keamanannya karena sebelum transaksi, Anda akan diminta PIN untuk konfirmasi. Anda pun bisa melacak transaksi apa saja yang pernah dilakukan, termasuk topUp e-money.

  • Cenderung boros dan susah untuk mengontrol pengeluaran

Karena kemudahan untuk isi deposit topUp e-money, maka saldo e-money Anda akan selalu terisi. Otomatis akan ada kecenderungan untuk boros dan konsumtif karena merasa tidak mengeluarkan uang dalam bentuk fisik.

  • Belum bisa digunakan di semua tempat

Saat ini masih banyak tempat yang hanya menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai, seperti pasar tradisional. Kalaupun ada, jumlahnya tidak terlalu banyak dan belum menjangkau daerah yang sinyalnya kurang baik.

Berikut tadi adalah sedikit penjabaran mengenai uang konvensional dan uang elektronik, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka bijaklah dalam menggunakan kedua alat pertukaran tersebut.

Terlebih lagi sebelum menggunakan dan melakukan transaksi menggunakan uang digital, Perhatikan Hal Berikut Sebelum Transaksi dan Topup E-money Anda agar Anda menjadi lebih bijak dan hati-hati.

---------

Dapatkan informasi terbaru LUNASIN hanya di akun media sosial resmi di Instagram, Facebook, Twitter, Youtube Channel dan Linkedin!

Leave a comment